Banwaslu Samarinda Waspadai Vote Buying

Banwaslu Samarinda Waspadai Vote Buying
Vote Buying (Int)

KabarSamarinda.com-- Pemilu 2019 tahun ini dilakukan secara serentak yaitu, Rabu 17 april 2019. Banyak cara yang dilakukan calon-calon dalam pemilu agar menang dalam pemilihan baik anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPD serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda mewaspadai caleg-caleg yang berpotensi menggunakan politik jual beli suara (vote buying) untuk menang dalam Pemilu 2019 nanti.

Jual beli suara (vote buying) itu, dijelaskan Anggota Bawaslu Kota Samarinda, Imam Suntanto tidak hanya berupa uang, tapi juga pemberian, barang fasilitas dan janji-janji mempengaruhi pemilih agar terpilih.

Pada dasarnya, hampir semua caleg berpotensi menggunakan cara ini. Namun ada juga caleg yang berpotensi menggunakan cara vote buying ini. Mereka yang diwaspadai adalah yang memiliki latar belakang modal besar.

"Figur publik misalnya mantan pejabat yang punya jaringan, tentunya dia punya koneksi. Kalau dia, punya usaha ada koneksi, bisa saja sponsori,termasuk caleg berlatar belakang rekan bisnis yang kaya raya, sangat mungkin itu" kata Imam, Jumat (29/3).

Meski begitu, Imam menegaskan, dalam perspektif Bawaslu, semua caleg berpotensi menggunakan skema vote buying untuk duduk di parlemen.

"Kita imbau, mau berpotensi apa tidak, jangan gunakan upaya untuk memprovokasi pemilih," katanya.

Sebab, bagi peserta pemilu yang terbukti melakukan praktek politik uang, bisa diancam pidana pemberi atau materi lainnya sebagai diatur pada pasal 521-523.

"Ancamannya, kalau terbukti, 1 tahun dan dendanya 12 juta," ucapnya.

Masyarakat bisa melaporkan 1X24 JAM  dengan memberitahu syarat formil dan materiil. Imam juga meminta masyarakat yang melaporkan tak perlu khawatir semisal diintimidasi oleh pihak yang ia laporkan. Sebab, sudah ada undang-undang perlindungan saksi dan korban yang bisa digunakan oleh penyidik melindungi si pelapor. 

Adapun, mengenai Dapil mana saja yang dikatakan rawan, Imam menyebut, Bawaslu sudah memetakan. Ia menjamin, pengawasan sudah dilakukan di semua Dapil mulai dari awal tahapan pemilu sampai berakhir.

Penulis : Redaksi

Editor : Nor Syakila